MATA KULIAH : TECHNOPRENEURSHIP

NAMA : KHAIRUL AMMAR

NIM: 20241005

JURUSAN: TEKNIK INFORMATIKA



Tugas

1.  Jelaskan apa yang anda ketahui tentang juadran profesi dan cantumkan gambarnya ?


2.  Apa perbedaan kesan dan citra ?

3. Bagaimana anda menjalin hubungan baik dengan konsumen serta teknik menjual seperti apa yang akan mana terapkan jika memiliki bisnis ?


1

MENDESAK (URGENT)

TIDAK MENDESAK (NOT URGENT)

PENTING (IMPORTANT)

### KUADRAN I: KRISIS

### KUADRAN II: PRIORITAS

Tindakan: Lakukan Segera (Do First)

Tindakan: Rencanakan (Schedule)

* Masalah (Problems)

* Pencegahan (Prevention)

* Konflik (Conflict)

* Perencanaan (Planning)

* Krisis - Batas Waktu Kritis (Critical Deadlines)

* Perawatan / Pemeliharaan (Care - Maintenance)

* Membangun Hubungan Baik (Building Good Relationships)

* Rekreasi (Recreation)

TIDAK PENTING (NOT IMPORTANT)

### KUADRAN III: MENDADAK

### KUADRAN IV: BUANG WAKTU

Tindakan: Delegasikan (Delegate)

Tindakan: Hilangkan (Eliminate)

* Rapat Mendadak (Sudden Meetings)

* Menunda-nunda / Prokrastinasi (Procrastinating)

* Pelaporan Mendadak (Sudden Reporting)

* Kesibukan Tak Penting (Unimportant Busy-ness)

* Urusan Mendesak (Urgent Matters)

* Kesenangan / Hiburan Berlebihan (Having Fun)

* Pekerjaan yang Menumpuk (Piled Up Work)

* Zona Nyaman (Comfort Zone)

* Aktivitas Populer (Popular Activities)




2.   Aspek

Kesan (Impression)

Citra (Image)

Definisi

Reaksi atau persepsi sekilas dan seketika yang terbentuk saat pertama kali berinteraksi atau melihat sesuatu.

Pandangan atau persepsi menyeluruh dan tertanam kuat yang dimiliki publik/konsumen terhadap suatu merek, perusahaan, atau produk.

Sifat

Emosional, sementara, dan mudah berubah berdasarkan pengalaman terbaru.

Kognitif (berdasarkan pengetahuan), stabil, dan dibangun dari waktu ke waktu.

Pembentukan

Terbentuk dalam detik/menit pertama (misalnya, desain kemasan, sapaan staf, tampilan toko).

Terbentuk melalui akumulasi dari banyak kesan, pengalaman, komunikasi, dan berita dari waktu ke waktu.

Contoh

"Saya melihat toko ini bersih. Kesan pertama saya adalah profesional."

"Perusahaan itu terkenal ramah lingkungan dan produknya berkualitas tinggi. Citra mereka sangat positif di benak saya."

* "Nongkrong" / Bergosip (Hanging Out/Gossiping)




3. A. Cara Menjalin Hubungan Baik dengan Konsumen (Relationship Building)

​Saya akan menerapkan tiga pilar utama:

​1. Komunikasi Proaktif dan Empati

  • Mendengarkan Aktif: Tidak hanya mendengar keluhan, tetapi juga memahami kebutuhan dan harapan tersembunyi mereka (misalnya, melalui survei atau feedback yang detail).
  • Respons Cepat dan Personal: Menanggapi pertanyaan atau keluhan dengan cepat dan menggunakan nama pelanggan. Ini menunjukkan bahwa mereka dihargai sebagai individu, bukan hanya nomor tiket.
  • Menggunakan Umpan Balik: Menutup lingkaran umpan balik (closing the feedback loop)—memberi tahu pelanggan bahwa saran mereka telah didengar dan diterapkan.

​2. Menciptakan Nilai Lebih (Beyond the Product)

  • Program Loyalitas Bernilai: Bukan hanya diskon, tetapi memberikan akses awal ke produk baru, layanan khusus, atau konten eksklusif (misalnya, workshop gratis bagi pelanggan setia).
  • Konten Edukatif: Menyediakan informasi atau tips yang relevan dengan masalah mereka (misalnya, jika bisnis saya menjual kopi, saya akan menyediakan panduan brewing dan resep).

​3. Konsistensi Pengalaman Pelanggan (CX)

  • ​Memastikan setiap titik kontak (toko fisik, situs web, layanan pelanggan, media sosial) memberikan pengalaman yang mulus, positif, dan seragam. Konsistensi membangun kepercayaan.

​B. Teknik Menjual yang Diterapkan (Sales Techniques)

​Saya akan menerapkan teknik penjualan modern yang mengarah pada solusi, bukan tekanan (pushy).

​1. Consultative Selling (Penjualan Konsultatif)

  • Fokus pada Masalah Pelanggan: Mengubah peran dari "penjual" menjadi "konsultan".
  • Langkah: Mengajukan pertanyaan mendalam untuk mengidentifikasi akar masalah pelanggan, lalu menawarkan produk/layanan yang benar-benar menjadi solusi terbaik, meskipun itu berarti merekomendasikan opsi yang lebih murah. Ini membangun kepercayaan dan kredibilitas.

​2. Value-Based Selling (Penjualan Berbasis Nilai)

  • ​Alih-alih menekankan harga produk (fitur), saya akan fokus menjelaskan manfaat dan Nilai Pengembalian Investasi (ROI) yang akan diperoleh pelanggan.
  • Contoh: Daripada mengatakan "Laptop ini punya RAM 16GB," saya akan mengatakan "Dengan RAM 16GB, Anda bisa menjalankan semua aplikasi desain grafis tanpa lag, yang menghemat waktu kerja Anda 2 jam sehari."

​3. Upselling dan Cross-Selling Beretika

  • ​Teknik ini hanya diterapkan jika produk tambahan/premium benar-benar menambah nilai bagi pelanggan. Ini akan diperkenalkan sebagai peningkatan solusi, bukan sebagai cara untuk menaikkan total tagihan.

Strategi Inti: Dengan berfokus pada hubungan baik (membuat pelanggan merasa dipahami) dan teknik penjualan konsultatif (memposisikan diri sebagai mitra solusi), bisnis saya akan menciptakan advokat merek yang akan membeli berulang kali dan merekomendasikan bisnis tersebut kepada orang lain.

​A

Comments

Popular posts from this blog

MATA KULIAH TECHNOPRENEURSHIP

MATA KULIAH : TECHNOPRENEURSHIP

MATA KULIAH TECHNOPRENEURSHIP